Kemensos Percayakan Pendidikan Karakter Sekolah Rakyat ke Kemenag
Foto: Dok. Kemensos

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dalam penyusunan kurikulum pendidikan karakter di Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan dalam menyusun kurikulum pendidikan karakter ini melibatkan para ahli, sehingga sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Indonesia.

"Ruang lingkup yang beririsan dengan Kemenag yaitu pendidikan karakter. Jadi pagi dia (siswa Sekolah Rakyat) bersekolah formal dengan kurikulum unggul. Setelah itu sore hingga malamnya sekolah karakter. Di sini kami mohon dukungannya dari Kemenag," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (11/3/2025).

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kemenag di Jakarta.

Menurutnya Kemenag berperan penting dalam menyusun kurikulum pendidikan karakter pada Sekolah Rakyat. Selain itu juga mengisi pos-pos satuan tugas rekrutmen tenaga pengajar keagamaan agar kompetensi guru yang diharapkan sesuai standar.

"Dan kami nanti tentu sekali lagi akan meminta Pak Menteri Agama untuk menunjuk perwakilannya yang akan mendampingi kami, baik di bagian tim pelaksana maupun di Satgas," ucap Gus Ipul.

Kemensos, kata dia, sudah membentuk tim formatur Sekolah Rakyat yang terdiri dari tim pengarah, tim pelaksana, dan tim ahli. Pada tim pelaksana terdapat berbagai satuan tugas yang akan memainkan peran masing-masing dalam menyukseskan pendirian Sekolah Rakyat.

"Jadi mungkin nanti ada Satgas rekrutmen guru, juga ada Satgas rekrutmen siswa, mungkin juga Satgas kurikulum sekolah berasrama. Itu nanti kami memohon bantuannya," kata Gus Ipul.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut positif ajakan Gus Ipul untuk menyukseskan pendirian Sekolah Rakyat. Sebab dia menilai bidang tugas yang diemban Kemenag berkaitan erat dengan Kemensos.

"Jadi yang paling akrab itu adalah Kemenag dengan Kemensos. Substansi program kerja Kemenag itu sesungguhnya substansinya Kemensos juga," ucapnya.

Ia menambahkan eksistensi Kemenag dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia. Selama umat beragama pada sebuah negara rukun dan minim konflik, maka visi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat pun akan mudah untuk dicapai.

"Tidak ada artinya sekolah unggulan seperti apapun kalau tidak terjadi kerukunan. Banyak contoh negara lain yang hancur karena ketidakrukunan umat. Jadi kata kunci untuk menciptakan negara makmur itu adalah kerukunan dan yang mengurusi adalah Kemenag," katanya.
Polda Metro Bidik Produsen 'Nakal' Terkait Minyakita Disunat di Jakpus

Satgas Pangan Polda Metro Jaya sidak Pasar Kemayoran, Jakpus soal Minyakita. Hasilnya, polisi menemukan Minyakita tak sesuai ukuran pada kemasan botol. (Devi P/mediajakarta)

Jakarta - Polda Metro Jaya menemukan adanya praktik curang pengurangan Minyakita kemasan 1 liter menjadi 800 mililiter saat sidak di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat. Temuan tersebut akan diusut lebih lanjut untuk didalami ada-tidaknya pidana dalam kasus tersebut.

"Jadi, dari hasil temuan yang kita temukan di lapangan hari ini kita akan segera menindaklanjuti, kita akan membuat laporan polisi model A," kata Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Anggi Saputra Ibrahim kepada wartawan di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (11/3/2025).

Anggi mengatakan dengan dasar laporan model A tersebut polisi akan melakukan penyelidikan terhadap produsen Minyakita. Laporan model A adalah laporan yang dibuat oleh anggota kepolisian yang menemukan adanya dugaan tindak pidana. "(Laporan model A) itu yang ditemukan langsung oleh petugas, untuk kita lakukan upaya penyidikan kepada pihak produsen," imbuhnya.

Anggi menyebut pihaknya akan mendalami terkait rantai distribusi Minyakita yang tak sesuai ukuran. Sementara pihak kepolisian sudah mengantongi 3 nama produsen 'nakal' yang diduga mengurangi takaran Minyakita.

"Kita akan dalami untuk rantai distribusi MinyaKita dari produsen hingga konsumen. Kita akan dalami, kita belum tahu nanti produsennya di mana," ucapnya. "Sementara kita sudah mengantongi empat nama produsen, yang satu tidak ada masalah, yang tiga ini akan kita lakukan pendalaman," sambungnya.

Selain itu, pihak kepolisian akan berkomunikasi lebih lanjut dengan instansi terkait temuan di lapangan ini. "Supaya nanti pihak produsen tidak mengulangi perbuatan hal yang sama. Kemudian berkaitan dengan peredaran MinyaKita akan kita komunikasikan dengan instansi terkait," ucapnya.

Minyakita Kemasan Botol Disunat
Sebelumnya, Satgas Pangan Polda Metro Jayainspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) soal Minyakita. Hasilnya, polisi menemukan Minyakita tak sesuai ukuran pada kemasan botol.

"Kita melakukan uji sampling terhadap 12 produk Minyakita dari 4 distributor atau 4 produsen," kata Anggi. Dia mengatakan pihak produsen/distributor bermain curang dengan mengurangi isi minyak goreng itu dalam kemasan botol.

"Satu bentuk pouch dan yang lainnya bentuk botol. Hasil yang kita dapati adalah dari 12 sampel botol, total isi kurang lebih yang sudah kita cek yaitu kurang lebih 795 ml," tambahnya.

Anggi mengatakan dari 11 botol, hanya 1 botol yang berisikan 804 ml. Hasil ini membuktikan adanya ketidaksesuaian volume sekitar 200-205 ml.

 Bantu Perekonomian, Kopdes Merah Putih Akan Serap Hasil Pangan Desa

Foto: Prabowo bertemu dengan Tito Karnavian dan Budi Arie di Istana membahas terkait sosialisasi Koperasi Desa Merah Putih (dok istimewa)

Jakarta - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan menggagas penyediaan pangan satu pintu atau one stop system. Nantinya koperasi akan menyerap hasil pangan desa untuk kemudian dijual.

Kemenkop berencana akan ada 10 desa yang menjadi lokasi uji coba Kopdes Merah Putih. Staf ahli Menkop Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono menyampaikan 10 desa yang dipilih akan dilihat dari sisi kesiapan desa, infrastruktur dan potensi hasil pertanian.

"Ini kita sedang petakan kira-kira yang mana yang sudah siap untuk piloting gitu ya. Tadi Pak Menteri diharapkan kurang lebih 10 desa piloting ini sudah harus jalan," ujar Koko beberapa waktu lalu, yang dikutip Selasa (11/3/2025).

Progres persiapan peluncuran Kopdes Merah Putih juga sudah mencapai 80%. Regulasi sedang dimatangkan dan petunjuk teknis masing-masing gerai sudah disusun.

"Kurang lebih 80 persenan sudah selesai, tinggal finalisasi saja. Ini untuk pembentukannya dulu ya. Kalau untuk proses bisnisnya itu kan perlu diskusi dengan kementerian teknis lain," ujarnya.

Dalam konsepsi Merah Putih, koperasi juga menggandeng sejumlah stakeholder seperti Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri hingga Bulog. Selain regulasi dan proses bisnis, konsep fisik dari Kopdes Merah Putih juga telah dirancang dengan melibatkan berbagai stakeholder.

"Nantinya di Kopdes akan ada kantor desa, kemudian gerai sembako, klinik desa, apotek desa, cold storage dan kemudian ada logistik juga di situ," jelasnya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang fungsi dan manfaat koperasi, Anda dapat menyaksikan program #DemiIndonesia Ayo Berkoperasi Koperas iBangkit. Program ini akan berlangsung pada 12 Maret 2025 bertempat di Auditorium Menara Bank Mega mulai pukul 15.00 WIB.

Acara akan diisi dengan berbagai rangkaian menarik, mulai dari sesi talkshow, buka puasa bersama, hingga hiburan. Untuk sesi talkshow, akan hadir para ahli yang membahas strategi penguatan koperasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, seperti Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, Direktur Institutional Banking BNI Munadi Herlambang, dan lainnya.Selain dihadiri oleh kalangan penting yang berperan dalam bidang koperasi acara ini turut dimeriahkan oleh Uut salsabil yang akan menghibur para peserta.

Jadi, jangan lewatkan acara #DemiIndonesia Ayo Berkoperasi, Koperasi Bangkit secara offline di Auditorium Menara Bank Mega ataupun secara online di laman detik.com. #DemiIndonesia #AyoBerkoperasi #KoperasiBangkit dipersembahkan oleh detikcom bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir serta didukung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT. PLN (Persero)
Kolaborasi Polres Bogor dan Kementan Bongkar Pabrik Kemas Ulang MinyaKita

Polres Bogor membongkar pengemasan ulang MinyaKita (Rizky Adha Mahendra/mediajakarta)

Jakarta - Polisi menggerebek sebuah pabrik produksi minyak goreng di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang mengemas ulang dan mengurangi takaran minyak goreng dengan merek MinyaKita. Penggerebekan itu merupakan hasil kolaborasi Polres Bogor dengan Kementerian Pertanian (Kememtan).

"Kegiatan ini berawal dari kolaborasi dari Kementerian Pertanian dalam masa puasa untuk menjamin ketersediaan bahan pokok tepat guna dan harga. Dilakukanlah sidak dan kita mendapatkan informasi terkait adanya perkeliruan distribusi MinyaKita," kata Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila, kepada wartawan, Senin (10/3/2025).

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. Hingga pada Jumat (7/3) kemarin, ditemukan pabrik tersebut di Desa Cijujung.

"Didapati sebuah lokasi di Desa Cijujung sebuah gudang yang digunakan sebagai tempat produksi dan pengepakan MinyaKita yang dikelola oleh inisial TRM," ungkapnya.

Pabrik produksi minyak goreng di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang mengemas ulang dan mengurangi takaran minyak goreng dengan merek MinyaKita. (Rizky/mediajakarta)

Modus Operandi
Sebelumnya, polisi mengungkap modus operandi atau siasat pabrik minyak goreng di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang mengemas ulang dan mengurangi takaran minyak goreng dengan merek MinyaKita. Mulanya, tersangka berinisial TRM membeli minyak curah dari berbagai tempat.

"Modus operandi TRM ini barang didapatkan dari berbagai tempat dari Tangerang, Cakung, dikirim ke Kampung Cijujung ini dan dibungkus ulang atau repackaging, di-branding dengan label MinyaKita," kata Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila, kepada wartawan.

Minyak curah tersebut kemudian dikemas ulang dengan merek MinyaKita. Yang seharusnya berukuran 1 liter atau 1.000 ml, pelaku mengemasnya lebih sedikit.

"Sebagaimana diedarkan seharusnya berat bersih yang diedarkan satu liter. Namun oleh tersangka berat yang diedarkan itu 750-800 ml. Sehingga terjadi pengurangan kuota yang seharusnya," jelasnya.

Dalam kemasan tersebut, tidak sesuai dengan ketentuan. Di antaranya tidak dicantumkan berat bersih dan BPOM yang sudah tidak berlaku.
Potret Pembunuh Ibu dan Anak di Jakbar Usai Ditangkap di Banyumas

Potret pria berkaus hitam, pembunuh ibu dan anak di Jakbar ditangkap polisi. (Maulani Mulianingsih/mediajakarta)

Jakarta - Polisi menangkap seorang pria diduga pembunuh ibu berinisial TSL (59) dan anak perempuannya, ES (35), yang jasadnya ditemukan dalam penampungan air di Tambora, Jakarta Barat. Begini penampilan pelaku tersebut.

Pantauan detikcom di Mapolres Metro Jakarta Barat, pelaku terlihat digiring masuk ke ruangan penyidik dengan pengawalan polisi. Pelaku berkaus oblong warna hitam terlihat terus menundukkan kepalanya.

Kedua tangannya terlihat diborgol. Pelaku tak berucap sepatah kata pun setiba di Mapolres Metro Jakarta Barat setelah ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah.

"Kami sudah mengamankan pelaku yang diduga melakukan pembunuhan di Tambora terhadap ibu dan anak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan kepada wartawan di kantornya, Senin (10/3/2025).

Polres Metro Jakarta Barat menangkap pelaku pembunuhan ibu dan anak yang jasadnya ditemukan dalam penampungan air di rumah di Tambora. (Maulani Mulianingsih/mediajakarta)

Kondisi Pelaku Saat Ditangkap
Arfan mengatakan pelaku ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (9/3) sekitar pukul 23.30 WIB. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Polres Banyumas

"Kami langsung terjun ke Banyumas dan kami memang sampai di dekat waduk di Banyumas," tutur AKBP Arfan.

Arfan belum mengungkap identitas pelaku tersebut. Namun, dia menyebut kondisi pelaku saat ditemukan terlihat lusuh.

"Jadi dia penampilannya seperti kayak gembellah. Tapi alhamdulillah kami sudah mengenali dan teman-teman juga mencari informasi begitu lengkap sehingga bisa tertangkap," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, ibu dan anak ditemukan tewas di dalam penampungan air di rumahnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis (6/3) dini hari. Jasad keduanya ditemukan setelah anak kedua TSL, laki-laki berinisial R melaporkan kehilangan anggota keluarganya itu ke polisi.
Praperadilan Gugur, Hasto Akan Tambah Pengacara di Sidang Perdana 14 Maret

Sekjen Hasto Kristiyanto. (Ari Saputra/mediajakarta)

Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memutuskan gugatan praperadilan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto gugur terkait kasus suap buron Harun Masiku. Rencananya, Hasto akan menambah pengacara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

"Mas Hasto akan menunjuk sejumlah penasihat hukum baru dari kalangan profesional advokat non-kepartaian," kata pengacara Hasto, Ronny Talappesy, dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

"Tim ini terdiri dari para advokat profesional dan advokat yang juga menjadi aktivis HAM," sambungnya.

Ronny mengaku Hasto mendapat banyak dukungan tambahan dari berbagai pihak. Ronny menyampaikan Hasto tetap menghormati putusan PN Jaksel.

"Mas Hasto tetap akan dengan kepala tegak menghadapi proses hukum yang berjalan. Kami menyatakan secara tegas saat ini bahwa kami menghormati proses persidangan yang direncanakan mulai berjalan pada Jumat, 14 Maret 2025 nanti," ujarnya.

Lebih lanjut, Ronny menduga proses hukum yang berjalan terkesan tergesa-gesa. Padahal, kata dia, masa penahanan oleh jaksa dapat dilakukan selama 20 hari.

"Pelimpahan berkas perkara dari KPK ke pengadilan yang super cepat ini semakin membuktikan proses hukum yang dipaksakan, tergesa-gesa dan kental kepentingan politik," ujarnya.

"Sedangkan dalam kondisi normal di perkara-perkara lain, KPK baru melimpahkan perkara ke PN dalam rentang waktu 2 minggu atau paling cepat 1 minggu sejak perkara dinyatakan lengkap di tahap penyidikan atau P21," sambungnya.

Hakim tunggal PN Jakarta Selatan sebelumnya menyatakan permohonan praperadilan yang diajukan Hasto Kristiyanto gugur. Praperadilan gugur karena berkas Hasto telah dilimpahkan oleh KPK ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

"Menyatakan permohonan praperadilan pemohon gugur," kata hakim tunggal saat membacakan amar putusan dalam sidang di PN Jaksel, Senin (10/3).

Praperadilan yang dinyatakan gugur ini terkait kasus dugaan suap. Sementara, praperadilan terkait kasus dugaan merintangi penyidikan masih belum mulai diadili.
Rumah Warga Jebol Akibat Banjir, Wawalkot Depok: Temboknya Jadi Pembatas Kali
Rumah warga Depok jebol akibat banjir. (Devi/mediajakarta)

Jakarta - Satu rumah di Pancoran Mas, Depok, jebol akibat diterjang banjir. Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Chandra Rahmansyah mengungkapkan rumah itu jebol karena temboknya menjadi pembatas sungai.

Hal itu diungkap Chandra saat meninjau langsung ke Perumahan RGS, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Sabtu (8/3). Chandra mengatakan salah satu faktor penyebab banjir adalah kondisi pembangunan di lokasi.

"Peninjauan ini kami lakukan untuk mengevaluasi permasalahan yang terjadi. Dari beberapa hal yang kami temui, salah satu faktor penyebab banjir ini adalah kondisi pembangunan di sekitar sini," kata Chandra seperti dikutip situs Pemerintah Kota Depok, Minggu (9/3/2025).

Chandra menyebut tembok rumah warga itu malah menjadi pembatas sungai bukan turap.

"Tembok rumah warga justru menjadi pembatas dari kali yang ada di belakang, bukan turap yang seharusnya digunakan sebagai pengaman bantaran sungai," ungkapnya.

Chandra menyampaikan ada dua korban luka akibat tembok rumah yang roboh. Pemilik rumah mengalami luka di kaki sehingga harus mendapatkan jahitan di kakinya.

"Dari rumah yang terdampak, ada dua korban luka, seorang bapak dan anaknya, yang harus mendapat jahitan. Ini menjadi perhatian serius kami," tuturnya.

Selain rumah yang jebol, Chandra juga menemukan adanya dua titik longsor yang berpotensi membahayakan warga sekitar. Menurutnya, diperlukan mitigasi lebih lanjut untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa di kemudian hari.

"Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Jika longsoran belum bisa ditangani malam ini, maka warga yang rumahnya berada di pinggir bantaran kali harus segera dievakuasi. Sebab, jika hujan kembali turun, potensi jebolnya tembok rumah yang lain sangat tinggi," ucapnya.

Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi, dia meminta agar rencana evakuasi segera disiapkan kepada warga sekitar. Hal ini agar tidak ada korban lanjutan jika terjadi hujan kembali.

"Jangan sampai ada korban lebih banyak. Perintah dari Pak Wali Kota jelas, saya diminta turun langsung agar kita bisa melihat permasalahan di lapangan dan mengambil keputusan cepat. Ini prioritas kami untuk keselamatan warga," ujarnya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Tembok rumah warga di Kecamatan Pancoran Mas jebol akibat diterjang aliran air yang deras.

Air banjir pun menerobos ruang tamu rumah hingga tumpah di halaman rumah. Peristiwa itu terjadi di RT 01 RW 01 Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, pada Sabtu (8/3) sore kemarin.
Safari Ramadan di Nganjuk, Gus Ipul Dorong Wong Cilik Naik Kelas
Foto: Kemensos

Jakarta - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wamensos Agus Jabo Priyono melakukan Safari Ramadan di Masjid Agung Al Jali, Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam pertemuan dengan 400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Gus Ipul menegaskan penerima bansos tidak boleh terus bergantung pada bantuan sosial, melainkan harus didorong menuju kemandirian.

"Saya bisa lihat secara langsung bagaimana profil dari penerima manfaat ini, karena kita (punya) suatu rencana strategis ke depan lewat program yang terarah, terpadu dan berkelanjutan," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/3/2025).

Gus Ipul menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi KPM dan memastikan program-program Kemensos berjalan efektif. Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menegaskan pentingnya peran pendamping sosial dalam mendorong KPM untuk naik kelas.

Ia menyebutkan bansos hanya bersifat sementara, dan harus pindah ke program pemberdayaan. Menurut Gus Ipul, dari penerima bansos, diharapkan dengan pemberdayaan mereka sudah bisa menjadi lebih mandiri serta menjadi keluarga yang lebih berdaya.

Kemensos telah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 474 miliar di Kabupaten Nganjuk, yang terdiri dari PKH sebesar Rp 167,8 miliar dan Program Sembako sebesar Rp 286,8 miliar. Alokasi ini termasuk yang tertinggi, menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemberantasan kemiskinan di wilayah tersebut.

Untuk memastikan efektivitas program tersebut, peran 173 Pendamping PKH menjadi sangat penting. Gus Ipul menargetkan setiap pendamping harus mampu mendorong 10 KPM untuk graduasi setiap tahun, sehingga tiap tahun diharapkan sebanyak 1.730 KPM PKH lepas dari ketergantungan bansos.

"Pendamping PKH harus bikin rencana baru, pola pikir baru, dan semangat baru (untuk mendorong graduasi KPM)," kata Gus Ipul.

Wamensos Agus Jabo Priyono menambahkan masyarakat harus memiliki penghasilan sendiri, terutama mereka yang masih sehat dan produktif. Agus menyebut jika sudah punya penghasilan sendiri, masyarakat akan makmur, jika masyarakat makmur, negara akan maju dan makmur.

"Negara kita menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," kata Agus.

Selain memberikan motivasi, pada kesempatan tersebut Gus Ipul turut membagikan paket bansos berupa beras, minyak goreng, dan gula kepada KPM. Salah satu penerima KPM Siswanti (34), mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Mensos Gus Ipul dan mendapatkan dorongan untuk lepas dari ketergantungan bansos.

"Alhamdulillah, saya senang bertemu dengan Gus Ipul secara langsung dan mendapat motivasi untuk graduasi. Ini juga diberi paket bansos sembako," kata Siswanti.

Melalui berbagai program pemberdayaan, Kemensos menargetkan agar semakin banyak keluarga yang dapat hidup mandiri tanpa bergantung pada bansos. Upaya ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang ingin mewujudkan nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan menciptakan kondisi di mana wong cilik iso gemuyu atau rakyat bisa tersenyum.
Jasad Ibu-Anak dalam Penampungan Air di Jakbar Diduga Sudah 4 Hari Tewas

Foto: Lokasi penemuan mayat ibu dan anak di Jakbar (Adrial Akbar/mediajakarta)

Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus kematian ibu berinisial TSL (59) dan anaknya, ES (35) yang ditemukan dalam penampungan air di rumahnya di Tambora, Jakarta Barat. Diperkirakan korban sudah meninggal selama 4 hari sebelum akhirnya ditemukan.

"Kita perkirakan bisa dieksekusi itu 3 hari atau 4 hari sebelum ditemukan. Masih diduga ya, kita belum tau tanggalnya ya, tapi 3 hari atau 4 hari sebelum kita temukan jenazah. Iya, lama kematian," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan kepada wartawan, Minggu (9/3/2025).

Arfan menyebut ada luka bekas benda tumpul pada kepala korban. Namun demikian, penyebab luka tersebut masih didalami oleh pihak kedokteran.

"Benda tumpul lah, tapi kan kita belum bisa ambil final juga ya, karena ini kan visumnya dari dokter. Tapi kan dari sisi fisiknya kita lihat kan luka di kepala, makannya itu yang kita curigain. Wah ini kok ada luka dalam kepala. (Luka akibat benda tumpul) yes," ujarnya.

Jenazah kedua korban ditemukan pada Jumat (7/3) dini hari. Dari hasil penyelidikan sementara, diduga korban meninggal karena dibunuh.

Komunikasi Terakhir Korban
Ketua RT setempat, Yanti, menjelaskan momen kedua korban terakhir kali terlihat sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Sabtu (1 Maret). Jam sepuluhan pagi, pertama puasa," kata Yanti saat ditemui di rumahnya, Jakarta Barat, Minggu (9/3/2024)

Yanti menjelaskan, korban sempat mengatakan ingin bertemu seseorang dan pulang ke Jawa pada Sabtu (1/3) pagi. Korban pun keluar rumah pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB.

"Awalnya kan dari pertama puasa itu, malam puasa. Dia ketemu seseorang gitu, bilangnya mau pulang ke Jawa. Ditanya 'mau kemana? Mau, mau pulang nih, ke Jawa dulu'," ucapnya.

Yanti mengatakan kedua korban lalu sempat pulang ke rumah pada Minggu (2/3) sore. Korban juga masih sempat berinteraksi dengan tetanggannya.

"Terus itu sore siang ini dia kayaknya pulang. Terus sore sempet ke temennya yang namanya ini, sempet ke sini nih, nggak tau namanya siapa lupa saya," ucapnya.

Momen itu merupakan kali terakhir korban terlihat oleh warga sekitar. Penemuan jasad kedua korban berawal saat anak kedua TSL tidak menemukan ibu dan kakaknya di rumah. Anak kedua korban itu lalu membuat laporan kehilangan pada Senin (3/3).

"Hari Seninnya dia lapor, Selasa, terus dia masih mondar-mandir. Ada yang ketinggalan kali. Pas hari kejadiannya, hari Kamis. Kamis malam," sebutnya.
Pemotor Bawa Obat Terlarang di Bogor Melawan Saat Diciduk Lalu Tabrak Polisi

Polantas Polresta Bogor Kota menangkap pengendara motor yang membawa obat terlarang (Foto: Screenshot video viral)

Kota Bogor - Seorang pria pengendara motor kedapatan membawa 500 butir obat terlarang saat polisi berpatroli di sekitar Alun-alun Bogor, Jawa Barat. Pelaku sempat melakukan perlawanan hingga menabrak dua polisi di lokasi.

"Iya (dua anggota sempat ditabrak hingga luka-luka)," kata Kasi Humas Polresta Bogor Kota Iptu Eko Agus, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (8/3/2025).

Dalam video yang diterima detikcom, terlihat dua polisi mengalami luka-luka. Satu mengalami luka di tangan, satu lainnya mengalami luka di bibir.

Eko mengatakan salah satu polisi yang ditabrak sampai dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Polisi itu adalah Ipda Rifai, yang mengalami luka di tangan.

"Sempat dibawa ke rumah sakit untuk diobati atas nama Ipda Rifai," jelasnya.

Pemotor Bawa Obat Ditangkap
Sebelumnya, anggota Satlantas Polresta Bogor Kota menangkap pemotor pria yang kedapatan membawa 500 butir obat terlarang. Pria itu ditangkap ketika polisi hendak memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yang dibawanya.

"Betul. Aiptu Hermansyah dan Aipda Bejo Basuki mengamankan Tersangka Gilang yang kedapatan membawa obat daftar G sejumlah kurang lebih 500 butir," kata Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Yudiono saat dimintai konfirmasi, Jumat (7/3).

Yudiono mengatakan pemotor yang diamankan bernama Gilang Septian (26) dan Ego Prayoga (24). Keduanya diamankan di Alun-alun Kota Bogor sekitar pukul 13.00 WIB.

Dia menyebutkan pelaku Gilang sempat kabur ketika Polantas hendak memeriksa surat-surat kendaraannya. Polisi pun mengejar Gilang hingga akhirnya ditangkap.

"Saat diberhentikan, penumpang motor (Gilang) kabur melarikan diri setelah dikejar dan diamankan diperiksa tasnya ternyata ada BB (barang bukti) obat-obatan daftar G. Selanjutnya Tersangka dan BB dibawa ke Unit Satnarkoba Polresta Bogor Kota untuk diperiksa lebih lanjut," imbuhnya.
Satgas Damai Cartenz Gagalkan Penyelundupan Senjata KKB di Puncak Jaya

Satgas Damai Cartenz menggagalkan penyelundupan sejata. (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta - Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 bersama Polda Papua menggagalkan penyelundupan senjata api (senpi) dan amunisi. Senjata itu diduga akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen di Puncak Jaya.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025 Kombes Yusuf Sutejo menyebut operasi itu merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak awal Maret. Pihaknya memonitor pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya.

"Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi (29), yang akhirnya ditangkap dalam operasi ini," kata Yusuf melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/3/2025).

Adapun Yuni Enumbi ditangkap bersama sopir lajuran yang mengangkut barang Yudhi Kalalo dan helper lajuran Matius Payokwa pada Kamis (6/3). Mereka dibekuk di Km 76 Kabupaten Keerom, Papua.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata, amunisi, hingga uang. Senjata, yakni 2 pucuk senjata api laras panjang yang belum terangkai, 4 pucuk pistol G2 Pindad, 632 butir amunisi kaliber 5,56 mm dan 250 butir amunisi 9 mm.

"1 pucuk senapan angin yang belum terangkai, beserta 1 paket laser senter+mounting, 1 teleskop+peredam, 1 popor kayu warna cokelat, 1 laras dan tabung senapan angin," rinci Yusuf.

Ada juga 1 unit air kompresor yang dijadikan tempat penyimpanan senjata, 1 unit ponsel Vivo Y19S, 1 unit pompa, 1 tas angin, kunci T dan 1 paket gerinda portabel.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 bersama Polda Papua menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi. (Dok. Istimewa)

"Beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM hingga uang tunai Rp 369.600.000," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut Yusuf, senjata tersebut dibeli dengan harga Rp 1,3 miliar dari luar Papua untuk akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya.

"Sementara itu, sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa," sebutnya.

Meski begitu, Yusuf memastikan operasi ini masih berlanjut. Polisi, kata dia, akan menelusuri sumber utama senjata tersebut.

"Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani memastikan bahwa upaya kelompok bersenjata dalam memperoleh persenjataan ilegal dapat ditekan. Sehingga, lanjutnya, stabilitas keamanan di Papua semakin terjaga.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya," pungkas Faizal.