Polisi Amankan 7 Debt Collector karena Sempat Tahan Motor Warga di Bogor

Tujuh mata elang ditangkap polisi di Bogor. (dok. Istimewa)

Jakarta - Polisi menangkap tujuh orang diduga debt collector atau mata elang (matel) dan satu anak punk dalam operasi anti-premanisme di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Matel yang ditangkap sempat menahan motor milik warga dengan dalih angsuran kredit belum dibayar.

"Betul, 7 orang (debt collector) ditambah satu anak punk (diamankan)," kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison ketika dimintai konfirmasi, Minggu (25/5/2025).

Edison menyebutkan tujuh matel ditangkap karena sempat memberhentikan warga asal Bekasi yang sedang berkendara bersama anak dan istrinya. Korban sempat cekcok mulut karena menolak motornya ditahan di kantor matel Cileungsi.

"Jadi dia (korban) dari Bekasi, mau tengok adiknya di rumah sakit, RSUD Cileungsi. Diikuti (oleh matel), diberhentikan, kemudian disampaikan lah bahwa motor tersebut sudah nunggak pembayaran BPKB-nya," kata Edison.

"Iya motor sempat diamanin (ditahan) di kantor leasing. Tapi memang tidak ada unsur perampasan. Pemilik sebenarnya mau saja serahkan motor, tapi bukan di kantor matel Cileungsi tetapi di kantor tempat dia mengagunkan (kredit) BPKB, di Bekasi," lanjutnya.

Polisi yang datang ke lokasi, kemudian mengamankan 7 matel dan mengantar pemilik motor ke rumah sakit menggunakan mobil patroli. Polisi juga mengambil motor yang sempat ditahan matel dan menyerahkannya ke pemilik.

"Korban kita antar ke rumah sakit sama mobil patroli ke RSUD, kemudian kita balik lagi (ke kantor matel), motornya kita ambil dan kita kembalikan ke pemilik," kata Edison.

"Matel semua di situ kita cek, ada yang punya surat tugas ada yang tidak. Kita amankan 7 orang, kita amankan satu hari, kita minta buat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Nah yang tidak punya ID atau surat tugas, tidak boleh di lapangan," imbuhnya.

2 Pembacok Jaksa di Deli Serdang Ditangkap, Salah Satu Pelaku Pengurus PP

Alpa Patria Lubis, otak aksi pembacokan jaksa di Kejari Deli Serdang, saat ditangkap. (dok. Polda Sumut)

Jakarta - Polisi menangkap dua orang terduga pelaku pembacokan jaksa di Kejari Deli Serdang,, Jhon Wesly Sinaga (53) dan staf TU Kejari bernama Acsensio Hutabarat (25). Salah satu pelaku, yang merupakan otak pembacokan tersebut, ternyata seorang pengurus Pemuda Pancasila (PP).

"Dua orang sudah kami amankan," kata Dirreskrimum Polda Sumut Brigjen Sumaryono melalui Kasubdit 3 Jatanras Kompol Jama Kita Purba, dilansir detikSumut, Minggu (25/5/2025).

"Alpa Patria Lubis alias Kepot, jabatan Wakil Koti PP Deli Serdang," lanjut dia.

Kepot ditangkap di wilayah Jalan Pancing pada Sabtu (24/5), sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku lain yang ditangkap adalah eksekutor pembacokan ini bernama Surya Darma alias Gallo.

"Gallo ditangkap pukul 04.30 WIB di Binjai," ujarnya.

"Kedua tersangka adalah merupakan residivis kasus 365," sambung dia.

Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting sebelumnya mengatakan jika Jhon mengalami luka bacok di tangan kiri, yakni di lengan atas dan lengan bawah. Sementara Acsensio mendapat luka bacok di bagian lengan bawah kiri dan perut.

"(Jhon) luka pada lengan atas sebelah kiri dan lengan bawah. (Acsensio) luka pada lengan bawah dan perut," kata Adre W Ginting, Sabtu (24/5).

Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut Yos A Tarigan mengatakan motif pemuda diduga berkaitan dengan perkara yang ditangani Jhon. Namun Yos belum mengungkap apa perkara yang ditangani Jhon.

"Perkembangan terkini terkait pembacokan terhadap jaksa dan staf Kejari Deli Serdang oleh orang tak dikenal diduga berkaitan dengan penanganan perkara yang sedang ditangani oleh jaksa tersebut," sebut Yos A Tarigan.

Akhir Ulah Ormas Trinusa Peras Pedagang Cikarang hingga Raup Duit Miliaran

Foto: Polisi menangkap ketua umum ormas Trinusa dan empat anggotanya yang memeras pedagang di SGC Cikarang. (dok.Istimewa)

Jakarta - Aksi premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, diungkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Lima orang anggota ormas ditangkap polisi.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan LSM Triga Nusantara (Trinusa) memalak pedagang di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC). Pedagang sudah resah atas pemalakan yang dilakukan anggota Trinusa.

"Mereka merupakan pelaku premanisme yang melakukan pemerasan terhadap pedagang di pasar SGC Cikarang," kata AKBP Abdul Rahim saat dihubungi, Jumat (23/5/2025).

Rohim mengatakan kelimanya berasal dari ormas Trinusa. Salah satu yang diamankan yakni Ketua Umum Ormas Trinusa berinisial RG.

Polisi menangkap 5 orang anggota ormas yang memeras pedagang Sentra Grosir Cikarang (SGC). (dok.Istimewa)

"Salah satunya adalah Ketua Umum Ormas Trinusa dengan inisial RG alias B dan 4 orang lainnya adalah pengurus dan anggota ormas Trinusa," ujarnya.

Rohim mengatakan saat ini para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

"Saat ini kami telah mengamankan, menetapkan tersangka dan menahan 5 orang," ucapnya.

Pemerasan itu sudah dilakukan bertahun-tahun. Para pelaku meraup duit miliaran rupiah dari hasil pemerasan tersebut.

"Para pelaku melakukan pemerasan tersebut sudah sejak tahun 2020 dan telah meraup sekitar Rp 5 miliar," kata AKBP Abdul Rahim.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman. Polisi masih memeriksa para pelaku.

Pengungkapan ini merupakan bagian dari Operasi Berantas Jaya yang digelar Polda Metro Jaya. Operasi ini digelar menyasar aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

TNI-Polri Diserang OTK Saat Buka Pemalangan di Dogiyai, 1 Polisi Kena Panah

Foto: Polisi terkena panah di pahanya saat melakukan pengamanan dan pembersihan jalan yang diblokir menggunakan batu di Dogiyai. (Dok. Istimewa)

Jakarta - Aparat TNI dan Polri diserang orang tidak dikenal (OTK) saat melakukan pengamanan dan pembersihan jalan yang diblokir menggunakan batu di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Insiden ini menyebabkan satu anggota Polres Dogiyai, Bripda Musa Fidel Castro Korano (24) terkena busur panah di bagian paha kanannya.

"Akibat serangan tersebut, satu personel kepolisian mengalami luka serius. Anak panah itu menancap dengan kedalaman sekitar tujuh sentimeter," kata Wakapolres Dogiyai AKP Muhamad Tahir kepada wartawan, Sabtu (24/5/2025).

Penyerangan itu terjadi di pertigaan jalan masuk Obano, Kampung Ikrar, Distrik Kamuu Utara, Kamis (22/5) pukul 17.00 WIT. Saat itu, personel gabungan dari Polres Paniai, Polres Dogiyai, Polres Deiyai, dan Satgas TNI 756/WMS tengah melaksanakan tugas pembersihan pemalangan jalan yang sebelumnya dilakukan oleh warga tak dikenal.

"Petugas tengah melakukan pengamanan dan pembersihan jalan yang diblokir menggunakan batu oleh sekelompok OTK. Serangan tersebut datang dari arah pasar dan pertigaan Obano dengan menggunakan senjata tradisional, termasuk panah," bebernya.

Tahir mengatakan, Bripda Musa langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya menggunakan kendaraan dinas Satlantas menuju pos Satgas TNI 756/WMS untuk mendapatkan pertolongan pertama. Aparat juga melakukan berbagai upaya persuasif guna meredam situasi.

"Negosiasi dilakukan dengan kepala kampung dan kepala distrik setempat agar warga tidak melakukan tindakan yang merugikan, namun belum membuahkan hasil signifikan," urainya.

Dia melanjutkan, saat ini, aparat gabungan masih bersiaga penuh di lokasi kejadian dalam status siaga satu. Langkah-langkah pengamanan dan penegakan hukum terus dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan.

"Barang bukti berupa satu anak panah yang mengenai korban telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Identitas pelaku penyerangan masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang," katanya.

Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat. Situasi keamanan di wilayah tersebut masih menjadi perhatian serius aparat guna menjamin ketertiban dan keselamatan warga.

Polrestabes Medan Ungkap Sindikat Pemalsuan SIM-Surat Tanah, 2 Ditangkap

Foto: Teks foto: Kedua pelaku saat diamankan petugas kepolisian. (Dok. Polrestabes Medan)

Jakarta - Polrestabes Medan mengungkap kasus pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, ada dua orang pelaku yang ditangkap.

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP I Made Parwita memerinci kedua pelaku adalah Ozlan Iskak Manurung (48) dan Indra Muhammad Lubis (42). Keduanya ditangkap dari dua tempat berbeda pada Jumat (23/5/2025).

"Iya, kemarin ditangkap itu," kata Made saat dikonfirmasi detikSumut, Sabtu (24/5).

Made menyebut pengungkapan itu berawal dari adanya informasi masyarakat soal pengurusan peningkatan SIM dengan proses yang lebih cepat. Petugas pun mendalami informasi itu dan mengecek SIM yang diduga sudah dipalsukan para pelaku.

"Awal mula kita membongkar kasus ini, itu informasi dari masyarakat, katanya ada orang bisa buat SIM untuk peningkatan secara cepat, dengan nominal seperti ini seperti ini, kita kan kaget. Kita cek datanya berdasarkan yang dikirim sama masyarakat ini, foto SIM-nya, ternyata di data itu tercatat dia buat SIM A.

Untuk peningkatan itu kan ada prosesnya, pas kita lihat kok nggak sesuai. Dari sanalah kita cari orang untuk mancing siapa orang yang terlibat ini. Ternyata ada calo yang mau menipu orang," jelasnya.

Setelah menangkap kedua pelaku, petugas melakukan pengembangan ke rumah kos Indra dan ditemukan sejumlah berkas-berkas. Made menyebut selain SIM, para pelaku juga memalsukan sejumlah dokumen lainnya.

"Akhirnya kita geledah rumahnya, kita tangkap barang itu. Ini pun ada surat nikah, surat tanah dia bisa (membuat) dari keterangan dia. Bukan hanya SIM saja, ada STNK, BPKB, kalau STNK dia (pelaku) memang tidak bisa seperti aslinya, kelihatan," kata Made.

Perwira menengah polri itu turut menjelaskan cara para pelaku membuat SIM palsu itu. Awalnya, pelaku mencari material SIM bekas dan membersihkannya.

"Pertama dia cari material SIM, nggak tahu dari mana, yang bekas dibersihkan, benar-benar dibersihkan. Lalu datanya yang mau bikin SIM itu dibuatlah di warnet sama dia, di print, pakailah kertas stiker, di kertas stiker di situlah ditempel data pemilik SIM, ditempel di material SIM. Ngerjain sendiri di rumahnya, pas diamankan ke Reskrim juga dipraktekin cara mereka buat," ujarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku Ozlan, kata Made, dirinya baru pertama kali bekerjasama dengan Indra untuk membuat SIM palsu. Sementara pelaku Indra mengaku sudah melakukan praktek tersebut kurang lebih setahun.

Made menyebut dari para pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 1 STNK, 1 BPKB mobil, 3 lembar SIM, 32 data calon pembuat SIM, satu gulung stiker bening dan kertas pasir. Made memperkirakan sudah banyak orang menjadi korban para pelaku.

Dia menyebut pihaknya tengah menelusurinya. Sementara penanganan kasus tersebut telah diserahkan ke Satreskrim Porlestabes Medan.

"Kalau kita lihat hasil cetakan dia, lumayan banyak (korban), makanya itu harus kita telusuri, ini masih kita kembangkan ini unit kendaraannya sama reskrim," sebutnya.

Made mengaku pihaknya telah menyelidiki apakah ada dugaan keterlibatan oknum Satlantas Polrestabes Medan dalam sindikat ini. Hasil penyelidikan, tidak ditemukan keterlibatan itu.

"Hasil penyelidikan tidak ada, memang orang ini (pelaku) calo-calo ini orang yang nyari mangsa, secara manual dia buat," pungkasnya.

Wanita Korban Begal Payudara di Jaksel Alami Trauma

Foto: Seorang wanita di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban begal payudara viral di media sosial. Polisi menyelidiki kasus tersebut. (dok Ist)

Jakarta - Polisi masih melakukan pengembangan terhadap kasus pelecehan seksual begal payudara di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Polisi telah menemui pihak keluarga korban.

"Anggota Reskrim sudah cek TKP, ketemu sama ibunya. (Disarankan) Kalau mau buat laporan, silakan ke unit PPA Polres," kata Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman kepada wartawan, Jumat (23/5/2025)

Febriman menjelaskan sejauh ini pihaknya belum bisa bertemu langsung dengan korban. Dia mengatakan korban masih mengalami trauma.

"Belum, orang tuanya aja. Karena masih ada trauma psikis. Sekarang korban masih trauma. Kasusnya masih dalam pengembangan," jelas Febriman.

Sebelumnya, seorang wanita di Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel), menjadi korban begal payudara. Kejadian begal payudara yang dialami wanita tersebut viral di media sosial (medsos).

Dalam video viral yang dilihat detikcom, terlihat wanita korban begal payudara itu awalnya sedang bermain handphone sambil berjalan mengarah ke pagar sebuah rumah. Video tersebut menjelaskan lokasi kejadian berada di Jalan Lebak Bulus IV, Jakarta Selatan, Rabu (21/5), pukul 22.24 WIB.

Saat wanita tersebut sedang bermain handphone, datang pria menggunakan sepeda motor. Pria tersebut mengenakan helm berwarna biru dengan jaket dan tas hitam serta celana panjang.

Pria itu menghampiri korban seolah-olah menanyakan arah jalan. Korban terlihat menunjukkan jalan. Saat korban lengah mengangkat tangannya, terduga pelaku langsung melakukan pelecehan terhadap korban.

Pelaku langsung kabur meninggalkan korban. Sementara korban bersandar ke pagar di belakangnya dalam keadaan lemas.

Dihubungi, Kanit Reskrim Polsek Cilandak Iptu Tomi mengatakan belum menerima laporan pelecehan yang dialami oleh korban. Namun pihaknya memastikan akan tetap melakukan penyelidikan terhadap aksi pelaku.

"Kita belum ada terima laporan terkait video viral tersebut. Namun anggota sedang didalami (lokasi) tempat kejadian perkara," ujar Iptu Tomi saat dimintai konfirmasi, Kamis (22/5).

Dukun Pesugihan di Kebumen Bunuh Kepala SD Pakai Racun Sianida, Ini Motifnya

Tersangka Wahid (27), pembunuh kepala SD asal Magelang, saat dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Kebumen, Jumat (23/5/2025). (Rinto Heksantoro/detikJateng)

Jakarta - Polisi menangkap dukun bernama Wahid (27) yang membunuh kepala SD bernama Muhsan Ngali (55) di Kebumen, Jawa Tengah. Pembunuhan itu dipicu ritual pesugihan yang gagal.

Pembunuhan tersebut dilakukan tersangka di petilasan Pager Suruh, Desa Kambangsari, Kecamatan Alian, Kebumen, pada Jumat (16/5) sekitar pukul 00.00 WIB. Jenazah korban baru ditemukan pada Senin (19/5/) sekitar pukul 11.45 WIB dan dilaporkan ke polisi pada Selasa (20/5) sore.

Tersangka merupakan warga Dukuh Jerotengah, Desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Sementara itu, korban adalah warga Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith mengatakan korban kenal dengan tersangka pada sekitar Maret 2025. Setelah itu, korban meminta bantuan tersangka untuk melakukan ritual pesugihan. Namun percobaan pertama dan kedua gagal.

"Pelaku kenal dengan korban sekitar bulan Maret tahun ini. Kan dia (pelaku) seolah-olah berstatus sebagai seorang dukun. Jadi, karena ada informasi ini, korban berkenalan dengan pelaku," kata Eka dalam konferensi pers di Mapolres Kebumen, dilansir detikJateng, Jumat (23/5/2025).

Setelah percobaannya gagal, korban disebut marah dan menghina tersangka dengan kata-kata kasar. Pada 14 Mei 2025, korban menghubungi tersangka dan mengajak melakukan ritual yang ketiga. Saat itulah timbul niat dari tersangka untuk membunuh korban karena sakit hati atas perkataan korban sebelumnya.

"Pada 15 Mei 2024 sekira pukul 10.30 WIB, pelaku membeli racun potasium sianida dengan niat membunuh korban saat ritual ketiga. Malam harinya, sekira pukul 19.30 WIB, pelaku dan korban pergi ke petilasan Pager Suruh untuk melakukan ritual," ujar Eka.

"Di TKP, korban diminta meminum air yang sudah dicampur potasium sianida. Setelah meneguk seperempat botol, korban batuk, lalu jatuh dan meninggal. Untuk menghilangkan jejak, pelaku membuang sisa racun dan membawa sepeda motor berikut handphone korban, serta membuang dompet milik korban di saluran irigasi," sambungnya.

Eks Karyawan Gembira Jan Hwa Diana Jadi Tersangka Penahanan Ijazah

Penampakan Jan Hwa Diana (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Jakarta - Bos Sentoso Seal Jan Hwa Diana akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penahanan ijazah eks karyawan. Para eks karyawan Diana pun bersyukur dengan mulai ditemukannya titik terang.

Kuasa hukum korban penahan ijazah UD Sentoso Seal Krisnu Wahyuono mengungkapkan saat ini ada 52 eks karyawan UD Sentoso Seal yang didampinginya. Akhirnya polisi berhasil menemukan letak ijazah eks karyawan tersebut.

"Ada sedikit titik terang ya bagi kami. Kan ternyata memang apa yang menjadi statement dia sebelum-sebelumnya, baik ketika sidak Pak Wamen, audiensi dari DPRD, mungkin ditanya di mana-mana itu kan dia tidak mengakui (keberadaan ijazah)" ungkap Krisnu dilansir detikJatim, Jumat (23/5/2025).

Saat ini eks karyawan UD Sentoso Seal pun mendukung proses hukum yang berlaku. Mereka bersyukur atas penetapan tersangka ini.

"Teman-teman ini kan memang tidak berada di dalam satu wilayah, mungkin karena terkendala nggak dapat kerja, seringnya pulang kampung dan lain-lain. Itu teman-teman ya tetap bersyukur lah dan support," tuturnya.

Krisnu turut menyebut bahwa selain ijazah, ada beberapa dokumen lain milik eks karyawan seperti KTP dan SIM yang selama ini dibawa Diana. Terkait keberadaannya masih dalam koordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kita belum bisa memastikan karena kemarin kita belum sempat koordinasi dengan pihak penyidik. Karena kami yang kemarin kan juga yang ter-update itu hanya ijazah kan ya, itu ada SIM itu belum ter-update juga," tukasnya.

"Iya (gelapkan ratusan ijazah) mantan karyawan, 108 (ijazah) karyawan yang sudah keluar dari perusahaan. Ancaman 4 tahun (penjara)," ungkap AKBP Suryono, Wakil Direktur Reskrimum Polda Jatim.

Suryono memastikan barang bukti berupa ijazah-ijazah tersebut telah diamankan. "Beberapa ijazah yang kami temukan kemudian ini diserahkan oleh yang bersangkutan dan kami pun menyerahkan langsung kepada penyidik 108 ijazah," jelasnya.

Sementara itu, Diana sendiri kini dipindahkan dari Polrestabes Surabaya karena menjadi tersangka dalam perkara lain yakni kasus pengerusakam mobil, ke Ditreskrimum Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Diserahkan kepada kami kurang lebih 108 ijazah, dibawa yang bersangkutan. Ini terkait laporan saudara Sasmita, memang di laporan Sasmita ini ada beberapa, 9 orang kurang lebih yang melaporkan," ujar Suryono.

Tolong! Putra Anugerah Siswa SLB di Jakut Hilang Sejak 18 Mei

Putra Anugerah, siswa SLB di Tanjung Priok hilang sejak 18 Mei 2025. (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta - Bocah bernama Putra Anugerah, siswa kelas III Sekolah Luar Biasa (SLB) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, hilang hampir sepekan. Remaja berusia 14 tahun itu tak kunjung kembali pulang ke rumah setelah pamit pergi ke rumah tantenya.

Ibunda Putra, Arnitha Ruslan, menjelaskan anaknya itu hilang sejak Minggu, 18 Mei 2025. Pihak keluarga telah melaporkan hilangnya Putra ini ke polisi.

"Sudah (lapor), hari Senin sore itu, jam tigaan, pokoknya setelah 1x24 jam ya laporan polisi," kata Arnitha Ruslan saat dihubungi wartawan, Kamis (22/5/2025).

Arnitha menjelaskan, sebelum hilang, Putra sempat meminta izin pergi ke rumah tantenya untuk menonton televisi. Putra saat itu meninggalkan rumahnya pada pukul 15.00 WIB.

Tempat tinggal Putra dan rumah tantenya itu hanya berbeda gang dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun, sampai larut malam, Putra tidak kunjung pulang ke rumah.

"Sudah biasa (main ke rumah tante). Tapi nggak tahu deh, malam itu tiba-tiba dia nggak pulang ke rumah," terang Arnitha.

Arnitha sempat menghubungi saudaranya itu. Namun mereka menyatakan Putra tidak ada berkunjung ke rumahnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Arnitha langsung mencari anaknya. Pencarian dilakukannya hingga pukul 05.00 WIB pagi, pada Senin (19/5).

"Saya cari ke rute-rute dia main, sampai ke Sunter. Sampai jam 5 subuh nggak ketemu, sampe sekarang nggak pulang," ujar Arnitha.

Dia juga sudah berupaya menanyakan anaknya itu kepada banyak pihak, termasuk ayah Putra yang sudah berpisah dengannya sejak lama. Namun, tidak ada satu pun pihak yang melihat keberadaan Putra.

"Nggak ada juga, nggak ada juga yang lihat. Nggak (sama ayahnya), dia nggak tahu tempat bapaknya, dia nggak paham dan bapaknya juga baru tahu Putra hilang itu setelah nanya, setelah adiknya nanya ke saya, baru dia tahu," ungkap Arnitha.

Dia pun berharap Putra bisa segera ketemu. Dia juga berharap anaknya itu bisa ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.

Hilang Dicuri, Motor Warga Jakbar Ditemukan di Semak-semak Usai 3 Jam

Polsek Kembangan menyerahkan kembali motor milik warga yang hilang dicuri. (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta - Sepeda motor milik warga Kembangan, Jakarta Barat, Darmawan, hilang dicuri. Motor milik Darmawan itu bisa ditemukan dalam semak-semak dalam kurun tak sampai 24 jam.

Kapolsek Kembangan Kompol M Taufik Iksan mengatakan Darmawan kehilangan sepeda motornya pada Rabu (21/5) pagi menjelang waktu Subuh. Dia menyebut saat itu Darmawan belum sempat melaporkan kejadian sepeda motornya yang hilang.

"Korban kehilangan kemarin pagi, kira-kira sebelum Subuh. Belum sempat lapor ke Polsek," kata Taufik kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).

Selanjutnya, pada pukul 08.00 WIB, ada warga yang melihat sebuah sepeda motor motor dalam semak-semak. Temuan ini pun dilaporkan warga ke grup Whatsapp lingkungan RT.

"Jam 08.00 WIB pagi, warga menemukan motor di semak-semak dan oleh warga di share ke grup RT," jelas Taufik.

Dia menyebut Darmawan yang mengetahui temuan sepeda motor tersebut langsung ikut mengecek. Benar saja, sepeda motor merek Honda Genio berwarna merah tersebut miliknya yang sempat hilang.

"Ada yang datang (korban), mengakui pemilik motor dan kemudian diminta menunjukkan bukti kepemilikan," terang Taufik.

Dia mengatakan, dari hasil pengecekan, sepeda motor Darmawan diduga memang menjadi barang bukti curian. Sebab, kata dia, ditemukan kerusakan pada bagian kunci.

"Iya sempat dicuri karena kunci sudah dirusak. Iya (motor dicuri di rumah)," jelas Taufik.

Proses pengecekan dan pengembalian sepeda motor milik Darmawan ini turut dibantu oleh Bhabinkamtibmas yang merupakan anggota Polsek Kembangan, Aiptu Agus Riyanto. Dia pun mengapresiasi langkah cepat masyarakat dan anggotanya yang berhasil menemukan sepeda motor milik Darmawan.

"Saya sangat mengapresiasi atas peran aktif anggota nya yang merespons cepat atas laporan kehilangan dan mengembalikan motor warga tersebut. Polisi harus bisa hadir di tengah masyarakat, polisi harus bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dialami masyarakat," pungkasnya.

4 Anggota GRIB Rusak Aset PT KAI di Semarang, Dibayar Rp 1,7 Juta

Press release kasus perusakan dan pencurian aset milik PT KAI Daop 4 Semarang oleh 4 anggota GRIB Jaya, Kamis (22/5/2025). (Arina Zulfa Ul Haq/mediajakarta)

Jakarta - Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap empat oknum anggota GRIB Jaya yang merusak dan mencuri aset PT KAI Daop 4 Semarang. Keempatnya merupakan orang suruhan yang mendapat bayaran Rp 1,7 juta.

Empat anggota GRIB Jaya yang ditangkap Polda Jateng adalah KA alias Anton (41), DW alias Tebo (45), JY alias Ambon (42), dan HY (40). Mereka merupakan anggota PAC Mijen.

"Mereka dibayar pihak yang mengorder, satu PAC Rp 1,7 juta," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Dwi Subagio di Mapolda Jateng, dilansir detikJateng, Kamis (22/5/2025).

Salah satu pelaku, AK alias Anton, merupakan Ketua Pengurus Anak Cabang GRIB Mijen. Adapun pelaku lain, JY, memiliki catatan kriminal sebagai seorang residivis kasus penggelapan.

Smpat anggota GRIB itu diorder E yang merupakan anak dari salah seorang yang pernah tinggal di lokasi yang telah dikosongkan PT KAI. E kini masih diburu polisi.

"Saudara E mengorder beberapa orang ketua dari ormas GRIB untuk melaksanakan kegiatan merusak barang yang telah melaksanakan kegiatan merusak barang yang dipasang PT KAI di 6 lokasi," kata Dwi.

Empat orang itu diamankan satgas antipremanisme Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah. Aset PT KAI yang jadi target pelaku berada di daerah Gergaji, Kota Semarang.

Polisi menjelaskan lokasi yang menjadi target itu ditutup oleh PT KAI pada Juli 2024 dengan pagar seng untuk mencegah penguasaan lahan secara ilegal. Kemudian pada Minggu, 29 Desember 2024, sekelompok orang merusak pagar tersebut dan membawa kabur material logam tanpa izin.

Aksi itu terekam kamera CCTV di sekitar lokasi dan dilaporkan ke polisi pada 3 Januari 2025. Penyelidikan terus dilakukan hingga akhirnya keempat orang itu teridentifikasi dan ditangkap.